Keris Kita kembali pada penghormatan leluhur dan elmu leluhur karena<br />leluhur kita itu toto, titi, gemi, nastiti, ati-ati.<br />Kita harus menghormati leluhur walaupun berbeda agama dan tidak benar<br />kalau leluhur kita menganut Animisme.<br />Saat ini kita harus kembali kepada Pusaka Leluhur dimana pusaka<br />leluhur ada 2 macam :<br /><br />1. Wujud : Tosan aji.<br />2. Tidak Wujud : Ajaran.<br /><br /><span class="fullpost"><br />Meremehkan pusaka berarti meremehkan leluhur kita karena pusaka<br />dibuat oleh beliau-beliau. Pusaka membuka rahasia-rahasia alam.<br />Keris jumlahnya banyak sekali karena sesuai dengan rahasia alam<br />dengan frekwensi-frekwensinya.<br />Leluhur membuat keris dengan frekwensi-frekwensi umum sesuai dengan<br />yang dibutuh-kan untuk menaikkan derajadnya.<br />Kitab-kitab suci harus dijabarkan untuk mendapatkan apa yang tersirat<br />demikian juga pusaka harus dijabarkan.<br /><br />Zat-zat di dalam tubuh yang dapat diolah oleh pusaka :<br />- Astral Magnetisme.<br />- Kriya Sakti.<br />- Kundalini.<br />- Rahsa.<br />- Roh.<br />- Bayu.<br /><br />Ketinggian bangunan bisa mempengaruhi seseorang untuk dapat terolah.<br />Antara manusia dengan keris terjadi hubungan tarik-menarik :<br />- Mula-mula tingkat daya pada manusia ada di bawah daya keris.<br />- Daya pada manusia ditarik / diangkat oleh daya keris.<br />Manusia dalam keadaan diolah oleh keris.<br />- Daya pada manusia setingkat dengan daya keris.<br />Manusia sudah menyatu dengan keris.<br />- Daya pada manusia berkembang ke tingkat yang lebih tinggi dari<br />daya keris.<br />- Daya pada keris ditarik / diangkat naik bersama-sama dengan daya<br />pada manusia ke udara.<br />Daya keris diudarakan oleh manusia.<br /><br />Sebaiknya supaya tidak mempunyai ambisi di dalam memiliki pusaka.<br />Pusaka (dan juga batu) dayanya cocok-cocokan dengan seseorang.<br />Hal semacam ini termasuk dalam Cakra Manggilingan.<br />Kalau dulu pusaka itu miliknya / buatan leluhurnya / milik leluhurnya<br />maka sekarang akan menjadi miliknya lagi.<br />Orang lain mencari (ingin mendapatkan) pusaka itu tidak mendapatkan,<br />tetapi orang ini tidak mencari malah mendapatkan pusaka itu.<br />Jika ada pusaka di dalam keluarga maka harus dikuasai benar dan<br />dipesankan kepada keturunan bahwa nantinya akan mengalami hal-hal<br />yang tidak wajar supaya keturunan nantinya tidak menjadi bingung dan<br />tidak tahu harus bertanya kemana.<br /><br />Jika seorang diberi pusaka pertama kali biasanya pusaka akan diganti-<br />ganti,sampai pada suatu saat pusaka yang diberikan adalah pusaka<br />tetap artinya dia sudah kuat oleh daya pusaka tersebut yang isinya<br />semua daya-daya dari pusaka-pusaka sebelumnya ada pada pusaka yang<br />ampuh tersebut.<br /><br />Pusaka yang sudah menyatu atau manunggal dengan badan halus manusia,<br />maka pusaka itu apabila hilang akan dapat kembali lagi bersamaan<br />dengan pijaran sinar di dekat jantung. Dan jika orang tersebut<br />meninggal dunia maka bersamaan dengan itu ujung pusaka tersebut lepas<br />menembus rangkanya. Orang yang sudah manunggal dengan pusaka biasanya<br />hanya mempunyai satu pusaka itu saja.<br />Jika suatu pusaka sudah menyatu dengan sesorang maka daya pusaka itu<br />sudah ada di badan orang tersebut (sudah terolah sehingga mempunyai<br />daya pusaka tersebut), tanpa adanya pusaka tersebut maka badan orang<br />tersebut bisa memancarkan daya seperti daya pusaka tersebut.<br /><br />Di dalam menghunus pusaka hendaknya harus terhunus seluruhnya, jika<br />seandainya terbuka hanya setengah lalu dimasukkan kembali maka<br />apabila kita membatin / berjanji akan tertulis seperti apa yang telah<br />ditetapkan.<br /><br />Bila sedang menghunus pusaka dan gerak dari pusaka tersebut mengarah<br />kebawah itu tandanya adalah putusan sesuai dengan apa yang dimohon.<br /><br />Memandikan Pusaka :<br />Dengan campuran : air nanas (2) dan air kelapa (1). Setelah karat<br />bersih lalu dibersihkan dengan air kemudian diangin-anginkan<br />(dikeringkan tanpa dilap dan jangan terkena sinar matahari langsung),<br />terakhir setelah kering diberi minyak wangi melati atau apa saja<br />(mawar, cempaka, dll).<br />Waktu yang baik untu pembersihan pusaka: Boleh pada bulan Suro atau<br />bulan Maulud, didalam bulan Suro sebaiknya setelah hari ke sepuluh<br />karena dari tanggal 1 sampai tanggal 10 Suro, pusaka Keraton Yogya<br />dan Solo sedang dimandikan dan dikhawatirkan terjadi benturan daya.<br /><br />Pengolahan pusaka : 1 set.<br />* Bagian kiri (cakra X) :<br />- Getaran masuk dari sebelah kiri badan.<br />- Menerima kuliah.<br />- Ilmunya Syeh Maulana Magribhi.<br />* Bagian kanan (cakra XI) :<br />- Getaran masuk dari sebelah kanan badan.<br />- Wisuda tapi belum skop luas.<br />- Ilmunya Syeh Abdul Kadir Jaelani.<br />* Bagian tengah (cakra VII) :<br />- Getaran masuk dari bagian tengah badan.<br />- Sudah bisa mengobati dan mendayagunakan daya dari alam/jagad.<br />- Ilmunya Syeh Jumadil Qubro. Jumadil Qubro = Jumbuh Karo<br />Adiling Jagad = Ketemu dengan adilnya jagad. Qubro = Jagad.<br /><br />Arti dari pada angka (daya yang berlaku dan luk pada pusaka) :<br />1 = Manusia.<br />2 = Manunggaling Kawulo Gusti.<br />3 = Allah, Muhammad, Rasullullah = Bapa, Putera, Roh Kudus.<br />= Sang Hyang Nur Cahyo, Pikulun Podo Wenang, Ismoyo<br />(Jinangkungan).<br />4 = Nafsu-nafsu manusia.<br />5 = Utusan (Honocoroko).<br />6 = Nentoake (Menentukan / Menetapkan).<br />7 = Pitulungan (Pertolongan).<br />8 = Turunnya Mahkuto Romo.<br />9 = Wali Songo (Ilmu Tuhan).<br />0 = Makrifatullah.<br />10 = Manusia yang mendekatkan diri ke Tuhan (Tuhan Sendiri).<br />11 = Manusia dengan Tuhannya (Dhat / Atom Allah).<br />12 = Apostle (Pengikut / Murid Kristus).<br /><br />Contoh :<br />Luk 25 artinya : 2 = Manunggaling Kawulo Gusti, 5 = Utusan.<br />Jadi luk 25 artinya manunggaling kawulo gusti, dhat diolah agar<br />menjadi utusan<br /><br />Arti angka pada badan manusia (bagian yang mengalami pengolahan) :<br />1 = Daerah Sex.?<br />2 = Pusar.?<br />3 = Solar Plexus.?<br />4 = Ulu Hati.?<br />5 = Bahu Kiri Kanan.?<br />6 = Punuk.?<br />7 = Leher.?<br />8 = Kepala.<br />9 = Jantung.<br /><br />Contoh :<br />Wahyu Makuto Romo kodenya angka 8, 8 = angka kepala.<br />Jadi untuk mendapatkan Wahyu Makuto Romo maka bagian badan yang<br />terolah adalah kepala.<br /><br />Luk 25 artinya : 2 : Manunggaling Kawulo Gusti.<br />5 : Utusan.<br />Jadi luk 25 artinya manunggaling kawulo gusti, dhat diolah agar<br />menjadi utusan, dayanya : jika kita semedi maka para malaikat akan<br />turun dan beliaupun akan turun.<br /><br />Luk 17 artinya : 1 : Manusia.<br />7 : Langit-langit<br />Jadi luk 17 artinya kontak dengan para leluhur dari lapisan-lapisan<br />langit.<br /><br />Luk 12 artinya mengolah manusia dari sifat 12 apostle untuk menjadi<br />pengikut Kristus yang sejati (Podo Wenang), berjalan di jalan yang<br />lurus (12 sifat manusia yang seperti 12 apostle akan diluruskan)<br /><br />Luk 5 mengolah manusia menjadi utusan yaitu menjadi manusia yang<br />relnya lurus di jalan Allah (moral, mental, watak, sifat, perilaku,<br />spiritual dan pembawaan yang terpuji).<br /><br />Khodam adalah isi keris, bukan daya dari keris.<br />Tingkat dasar seseorang bisa mengetahui isi keris, syaratnya orang<br />tersebut sudah terbuka Shadiqul Wa'dnya (Atom yang tak pernah ingkar)<br />sehingga bisa mendapatkan keterangan yang sejelas-jelasnya.<br />Apabila orang-orang banyak mengetahui daya dari pusaka-pusaka maka<br />dikhawatirkan akan mengakibatkan pencurian pusaka-pusaka.<br /><br />Pusaka-pusaka ada yang mempunyai hubungan gaib dengan suatu wilayah<br />tertentu, misalnya : Pusaka A hubungan gaibnya dengan gaib dari<br />Srandil.<br /><br />Jika 2 pusaka dikatakan bertemu (pertemuan pusaka) maka itu bisa<br />berarti pertemuan :<br />1. Antar isi pusaka (daya pusaka).<br />2. Antar gaib-gaib yang ada hubungannya dengan pusaka-pusaka<br />tersebut.<br /><br />Pusaka dan sesaji merupakan sarana untuk berdialog dengan Tuhan dan<br />berhubungan dengan leluhur.<br /><br />Manusia harus memakai sarana (kecuali dalam keadaan terpaksa /<br />darurat) untuk menjaga jangan sampai manusia merasa seperti Tuhan<br />(manusia itu kuasa tetapi tidak maha kuasa).<br />Tanpa sarana pasti kodenya salib, orang digerakkan dalam cross<br />position.<br /><br />Jangan sengaja mendatangkan leluhur (ilmu menghadirkan itu dilarang<br />agama) karena bisa ada jin / roh halus yang mengaku leluhur kita.<br />Leluhur hadir tanpa kita menghadirkan dengan sengaja adalah hak<br />Tuhan. Leluhur yang sudah di sisi Allah dikirim oleh Tuhan sebagai<br />malaikat untuk kita (dari leluhur kita sendiri).<br /><br />Mengetahui daya pusaka jika kita sedang kontak :<br />1. Tulang iga sebelah kiri kita hidup artinya kita kontak dengan<br />Beliau perempuan.<br />2. Tulang iga sebelah kanan kita hidup artinya kita kontak dengan<br />Beliau laki-laki.<br /><br />Kode-kode penglihatan :<br />- Segitiga : Bagian jantung diolah secara spritual.<br />- Roda : Cokro Manggilingan (perjalanan hidup manusia).<br />- Bintang Lima : Petunjuk Tuhan (Surat An Najm).<br /><br />Ada pusaka yang scopenya Jagad karena pusaka tersebut mengolah Atman.<br />Pusaka itu mengolah manusia menjadi manusia An Naas sehingga manusia<br />itu bisa memancarkan Atman yang bisa menembus apapun sehingga bisa<br />mempengaruhi jagad. Daya dengan skope jagad keluar dari Cakra 7<br />(Cakra Mahkota). Daya dengan skope semesta keluar dari Cakra 10 dan<br />11 (Cakra-cakra Bahu Kiri dan Kanan).<br /><br />Keris Majapahit umumnya tarikan vertikalnya tinggi. Ada pamor<br />Ratuning Keris dan Pendetaning Keris, kedudukannya lebih tinggi<br />Pendetaning Keris dari pada Ratuning Keris.<br /><br />Pusaka dapat menunjuk surat dari al Qur'an atau al kitab dengan makna<br />dan bimbingan dimaksud untuk manusia.<br />Apabila pusaka di dalam dayanya menunjuk surat As Shaad, maka<br />pengolahannya ada pada jantung dan sudah pasti levelnya tinggi.<br />Karena dijantung terletak AKU sebagai zat Tuhan.<br /><br />Pusaka putih :<br />- Pusaka putih licin disebut Panditone Pusaka.<br />- Pusaka putih kasar.<br /><br />Pusaka tanpa pamor :<br />- Pusaka yang besinya hitam tidak ada pamornya dayanya adalah<br />kuasa / kekuasaan.<br />- Pusaka yang besinya putih tidak ada pamornya dayanya adalah<br />sifat putih.<br /><br />Pusaka dengan besi kemerah-merahan / merah bata (Tosan Malik / Besi<br />Melik) biasanya untuk santet dan untuk pertempuran. Sarananya dengan<br />menggunakan serbuk besi. Pusaka ini bagus untuk bentengan, bisa<br />Tumpes Sak Turunan (Tumpas Satu Turunan).<br />Pusaka ini berdaya Olo Biso Becik Biso (Jahat bisa baik bisa) tanpa<br />perlu sambatan, tanpa pamor juga berdaya bagus.<br />Pusaka Wrani : Keris yang terdiri dari campuran besi dengan lumpur<br />yang bisa berakibat kulit gatal-gatal, dapat membuat kulit dan daging<br />dapat busuk, jika kena anginnya saja dapat berakibat kulit dan daging<br />buduk.<br /><br />Pusaka dari bahan Meteor tarikan vertikalnya tinggi, dayanya<br />Hangliputing Jagad (meliputi dunia).<br /><br />Pusaka pamor Tiban sifat vertikalnya tinggi sekali yaitu sifat Wahyu.<br /><br />Pusaka-pusaka yang bisa menghidupkan / menggerakkan / mengudarakan<br />pusaka-pusaka lainnya :<br />- Keris Oumyang Majapahit.<br />- Keris Sangkelat.<br />- Keris Nogo Balik.<br /><br />Pusaka pamor inti biasanya dayanya khusus (1 daya), tetapi ada juga<br />pusaka dengan pamor inti yang isinya 4 daya.<br />Pusaka dengan pamor inti ini harus diukup tiap-tiap Jumat Legi /<br />Kliwon supaya jika kita sedang dalam bahaya maka isi dari pusaka<br />tersebut (keluar seperti orang / manusia) akan masuk ke dalam badan<br />kita untuk membentengi kita dari bahaya (misalnya jika kita mau<br />diracun orang).Contoh pamor inti : pamor Gambar Sunyo.<br /><br />Pusaka-pusaka yang sifatnya menetralisir dan bentengan harus sering-<br />sering diberi minyak wangi (melati dll) untuk membersihkan dari daya-<br />daya yang disedotnya.<br /><br />Sebelum 4 Mpu dari Jawa Barat datang ke Jawa Timur, di Jawa Timur ada<br />Mpu Pitrang dan Mpu Gandring.<br />Selain dibuat ke 2 Mpu tadi keris-keris Majapahit dibuat oleh resi-<br />resi dimana keris buatan mereka pamornya tidak jelas.<br /><br />Empu Keleng didalam membuat pusaka mempunyai ciri khas pada pamor<br />dengan gambar binatang.<br /><br />Ornamen pada keris :<br />- Harimau : lambang kekuasaan.<br />- Harimau duduk : menjaga.<br />- Harimau berdiri : kuasa tetapi pasrah pada Allah.<br />- Burung Hong (Phoenix) : lambang rejeki.<br />- Padi : lambang kelurusan dan rejeki.<br />- Naga horizontal : daya pusaka masuk ke dalam tubuh manusia.<br />- Gajah adalah lambang jalan lurus (gajah jika berjalan selalu<br />lurus ke depan, tidak berbelok).<br />- Kuda laut adalah lambang menegakkan kelurusan (kuda laut selalu<br />berenang tegak, tidak rebah seperti ikan)<br />- Kalajengking / Scorpio adalah lambang bila ilmunya lurus maka<br />akan selamat tetapi bila tidak lurus maka akan buruk akibatnya<br />(jika kalajengking ekornya lurus tidak berbahaya, tetapi jika<br />ekornya melengkung / tidak lurus maka bisa menyengat / terkena<br />racun).<br /><br />Empu Ki Kuwung didalam membuat pusaka mempunyai ciri khas memasukkan<br />sabda Beliau : Sopo Sing Kanggonan, Sesok Uripe Kan Raharjo (Siapa<br />ketempatan pusaka ini (pusaka Ki Kuwung) hidupnya akan sejahtera).<br />Cirinya : Kerisnya agak lebar dan di pejetannya ada ciri khasnya.<br /><br />Orang yang masih senang dengan sifat duniawi disebut "Gandrung",<br />tetapi orang yang mempunyai sifat vertikal (keTuhanan) yang sangat<br />tinggi disebut "Gandring". Oleh karena itu pusaka Mpu Gandring sangat<br />ampuh.<br /><br />Kayu Tumongo (Timoho) yang rupanya asli belang-belang dipakai untuk<br />warangka dan pegangan keris<br />yang tua, sifat vertikal tinggi.<br /><br />Pusaka Kerajaan Kahuripan (Jawa Timur).<br /><br />Pusaka kerajaan Kahuripan (Jawa Timur) ada 2 :<br />1. Pusaka Erlangga (Pusaka I / Pusaka pegangan raja / pusaka raja<br />pribadi)<br />2. Pusaka Dewi Sekar Taji (Pusaka II / Pusaka kerajaan).<br /><br />Pusaka Erlangga.<br />Adalah Pusaka pegangan raja / pusaka raja pribadi.<br /><br />Pusaka Dewi Sekar Taji.<br />Pusaka Dewi Sekar Taji luk 10 adalah pegangan wanita.<br />Sekar = Bunga. Ta = Tesing Gusti = Atom Allah.Ji = Aji.<br /><br />Pusaka Kerajaan Pajajaran (Jawa Barat).<br /><br />Pusaka kerajaan Pajajaran (Jawa Barat) ada 2 :<br />1. Pusaka Singa Putih (Pusaka I / Pusaka pegangan raja / pusaka<br />raja pribadi)<br />2. Pusaka Manglar Mongo (Pusaka II / Pusaka kerajaan)<br /><br />Pusaka Singa Putih.<br />Adalah Pusaka pegangan raja / pusaka raja pribadi.<br /><br />Pusaka Manglarmongo.<br />Punya pengaruh di jantung, orang yang memegang pusaka ini harus putih.<br />Manglar : Mengembang / meluaskan sayap.<br />Mongo : singkatan dari Mo – Go – Bo – To – Ngo, yaitu mematikan hawa<br />nafsu / teguh dalam iman.<br />Manglar Mongo : Meluaskan sayap tetapi teguh dalam iman.<br />Gajah : Kelurusan.<br />Gajah Mongo : Lurus dalam iman (teguh).<br />Ada keris pamor Naga Manglar Mongo dan Ganesha Manglar Mongo.<br />Cakra mahkota (cakra VII) kalau disamakan dengan keris pamornya<br />Manglarmongo dengan gambaran burung garuda yang mengembangkan<br />sayapnya dengan lebar.<br />Maksudnya adalah : Mongo = cakra VII, Manglar = menjangkau dengan<br />luas. Daya yang skopenya Jagad keluar dari Cakra Mahkota.<br />Contohnya : Daya yang diolah oleh pusaka Manglar Mongo.<br />Daya yang skopenya Semesta tapi belum jagad keluar dari Cakra-Cakra<br />Bahu (Cakra 10 dan 11).<br />Contohnya : Daya yang diolah oleh pusaka Wahyu / Wali Songo untuk<br />menggerakkan Gaib-gaib kenegaraan se Indonesia.<br /><br />Pusaka Kerajaan Majapahit (Jawa Timur).<br />Pusaka kerajaan Majapahit (Jawa Timur) ada 2 :<br />1. Pusaka Sangkelat (Pusaka I / Pusaka pegangan raja / pusaka raja<br />pribadi).<br />2. Pusaka Condong Campur (Pusaka II / Pusaka kerajaan).<br /><br />Pusaka Sangkelat.<br />Sangkelat : Sang Komo Lati = Hayat hidup diucapkan jadi.<br />Sang = Sifat tinggi.<br />Komo = Hayat hidup.<br />Lati = Ucapan.<br />Sifatnya tidak ingin diungguli / diserang oleh pusaka-pusaka lainnya<br />(kedudukan-nya sangat tinggi : sifatnya diatas pamor pusaka lainnya.<br />(Zaman Majapahit) ).<br />Mpu Supo Sepuh adalah pembuat pusaka Sangkelat.<br />Pusaka Sangkelat adalah pusaka Raja Majapahit sejak Raja Raden Wijaya.<br />Dayanya semua daya dari pamor-pamor yang ada pada pusaka-pusaka baik<br />pamor inti maupun pamor campur ada di pusaka Sangkelat (pusakanya /<br />pegangan Raja).<br />Dalam riwayat pusaka Sangkelat pernah lepas dari rangkanya dan<br />bertarung diudara dengan pusaka lainnya yang menyerang. Prabu<br />Brawijaya tidak dapat menurunkan pusaka tersebut dari udara, maka<br />dipanggillah Mpu Supo untuk menurunkan pusaka tersebut. Mpu Supo<br />dengan menggunakan Pusaka Condong Campur akhirnya dapat menu-runkan<br />pusaka-pusaka yang sedang bertarung tersebut ke bawah.<br /><br />Pusaka Condong Campur.<br />Condong campur maksudnya campur dengan aspirasi rakyat.<br />Istilahnya seluruh daya dari pusaka-pusaka menjadi campur.<br />Sifatnya menetralisir pusaka-pusaka lain yang berlawanan sehingga<br />tidak terjadi benturan-benturan / perang antar pusaka (Dibuat oleh<br />Mpu Supo). Condong Campur adalah pusaka untuk kewibawaan dalam<br />wilayah, berwibawa terhadap rakyat. Pusaka ini adalah pusaka zaman<br />Majapahit yaitu pusaka kerajaan / negara.<br /><br />Pada zaman Islam pusaka raja adalah pusaka Nogo Sosro Sabuk Inten.<br />Sifatnya membentuk kejiwaan raja dan kesaktian.<br />Dibuat oleh Mpu Supo Gati (adik dari Mpu Supo Sepuh).<br />Nogo Sosro = Sejuta Nur Gaib.<br />Dalam Agama Budha daya pusaka Nogo Sosro ini sama dengan Sejuta Budha.<br /><br />Pusaka Pengayom / Pelindung Nuswantara Pada Zaman Majapahit.<br /><br />Pusaka pengayom / pelindung Nuswantara pada zaman Majapahit :<br />1. Pusaka Oumyang Majapahit.<br />2. Pusaka Sabdo Palon (SP).<br />Pasangan / Gandengan pusaka Oumyang Majapahit adalah pusaka Sabdo<br />Palon (SP). Pusaka Oumyang Majapahit tanpa pusaka Sabdo Palon (SP)<br />akan pincang.<br /><br />Pusaka Oumyang Majapahit.<br />Oumyang = Yang Maha Tinggi.<br />= Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala kekuasaan dan kuasa<br />atas segala kekayaan. Enersi yang maha tinggi bersifat<br />keTuhanan.<br />Menurut Buku Keris, Pamor Oumyang Majapahit adalah pamor Pakar (orang<br />yang ahli / keahlian), diistilahkan : Sepiro musuhe kekes kabeh<br />(Sebanyak / sesakti apapun musuhnya kalah / habis semua).<br />Daya pusaka Oumyang Majapahit (dari pamor Pakar) :<br />1. Kuat angkat junjung drjad. Kuat junjung drjad :<br />- Kuat junjung orang dari kegelapan.<br />- Kuat junjung derajad orang.<br />- Kuat menyembuhkan keadaan yang sakit (perlu pusaka skope<br />jagad). Kuat angkat junjung berarti kuat angkat orang /<br />bangsa dari kegelapan. Sebelum dijunjung, orang / bangsa<br />harus diangkat dari kegelapan. Caranya dengan : Angleledo,<br />Bejane sing dipunduti candrane kahening siro<br />sedoyo. --> Ciri Satrio Piningit.<br />Angleledo = menyamarkan / menggoda.<br />Dipunduti = sepertinya diminta untuk memenuhi suatu<br />persyaratan agar hidupnya terangkat.<br />Semua kegelapan manusia bersumber dari Amarah (tetapi<br />Amarah ini banyak kawannya), jika kita bisa mengendalikan<br />Amarah maka akan bisa mengawali dan bisa mengakhiri<br />sehingga bisa menggarisbawahi cukup sampai disini (seperti<br />Aku - kembali kepada Tuhan).<br />2. Sepiro musuhe kekes kabeh (Sebanyak/sesakti apapun musuhnya<br />kalah/habis semua). Sesakti apapun musuhnya jika dihidupkan<br />Akunya tidak akan berdaya.<br />3. Ojo pisan-pisan siro kumawani,sing wani yen ora loro yo edan<br />(Jangan sekali-kali terlalu berani (anggap remeh), jika<br />berani akan sakit atau gila.<br />Isinya : Wanita (wadah suci) Lambang Isi Oumyang Majapahit :<br />Semuanya ada disitu (Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala<br />kekuasaan dan kuasa atas segala kekayaan).<br /><br />Karena semuanya ada disitu maka Tuhan-Tuhan Kecil akan pergi, roh-roh<br />halus sesakti apapun tidak berani (seperti Lengkung Kusumo).<br />Tuhan kecil --> membuat nafsu menjadi dayanya --> daya mistik.<br />Surat yang ditunjuk :<br />1. Surat Adz Dzaariyaat (Angin yang mencerai-beraikan). --> Alif.<br />2. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka). --> Lam.<br />3. Surat An Fushshilat (Yang dijelaskan). --> Mim.<br />Ujian dari pusaka Oumyang Majapahit adalah membawakan sifat cinta<br />kasih (sifat pemurah, pengasih dan penyayang).<br />Pengaruh Oumyang Majapahit :<br />- Dilayani / diladeni orang-orang.<br />- Jika orang sedang bertapa didatangi pusaka ini maka dia harus<br />menghentikan tapanya (harus selesai).<br />Daya pada orang yang menyatu dengan Oumyang Majapahit :<br />1. Tidak ada yang tersembunyi.<br />2. Kata dari sana diucapkan maka akan seperti sajadah terbentang<br />(diberi selubung yang hanya orang itu yang bisa melepaskannya) jika<br />orangnya sudah keterlaluan. Oumyang Majapahit warangkanya harus<br />diberi selongsong emas (lambang kemuliaan).<br />Pusaka Oumyang Majapahit sifat dayanya adalah kuasa ilmu dan orang<br />diajak untuk marifat. Oumyang Majapahit adalah sumber elmu.<br />Sifat dayanya adalah kuasa ilmu dan mengajak orang untuk marifat. Dan<br />siapa yang berani menghunus pusaka ini maka harus berani untuk diajak<br />marifatullah dengan ilmu-ilmu gaib.<br />Bila seseorang yang masih menggunakan nafsunya maka dia tidak akan<br />kuat atau tidak tahan jika dia datang ke Tebet karena mau tidak mau<br />dia akan terolah dengan Pusaka Oumyang Majapahit.<br />Selama orang masih menganut ilmu yang sifatnya kesaktian atau yang<br />sifatnya mistik maka bila orang itu ke Tebet akan berakibat ilmu<br />tersebut akan Badar (hapus).<br />Bagi yang datang ke Tebet sadar atau tidak sadar akan ditempelkan<br />Condronya Beliau melalui Pusaka Oumyang Majapahitnya, oleh karena itu<br />jika kita dipernahake (dinasehati) oleh Bapak maka kita harus menurut<br />dan mengerjakan apa yang diminta.<br />Didalam pengolahan terhadap Pusaka Oumyang Majapahit maka akan<br />terdapat istilah : Yen Lakumu Lan Sowanmu Ketompo, Sak Penjaluke Ing<br />Roso Katekan, maksudnya adalah asalkan laku / amalanmu dan<br />kedatanganmu diterima maka bila melaksanakan suatu permohonan dengan<br />membatin di dalam hati, maka permohonannya akan sampai.<br />Rahasia dari Pusaka Oumyang Majapahit adalah dapat menghidupkan /<br />mengudarakan pusaka-pusaka yang lainnya.<br />Pusaka Oumyang Majapahit mengolah manusia untuk ditingkatkan<br />spiritualnya tingkat demi tingkat dilewatkan Jembatan Shiraathal<br />Mustaqiim sampai Alam Lahut yang menghasilkan daya Sastro Jendro Hayu<br />Ningrat Pangruwating Diyu artinya manusianya bisa mempunyai daya<br />Ngudari Benang Ruwet (menguraikan masalah).<br />Oumyang Majapahit itu pengolahannya pada Aku (Gaib Tuhan sendiri)<br />yaitu Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan, Yang Awal dan Yang Akhir<br />(Dalam Al Kitab : Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang<br />Akhir, Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan dan Aku akan datang<br />sebagai Manusia untuk menghakimi).<br />Juga mengolah manusia untuk dapat mempunyai daya Kun Fa Yakuun.<br />Karena pengolahannya pada Aku maka jika Oumyang Majapahit dihunus<br />akan berdaya untuk menghidupkan dan mematikan sesuatu, mengawali dan<br />mengakhiri sesuatu sehingga tidak boleh dihunus secara sembarangan<br />(diistilahkan : Kudu Ono Gawe / Kudu Entuk Gawe = Harus ada yang<br />dikerjakan).<br /><br />Jadi bila terpaksa dihunus harus ditentukan tujuannya :<br />- Yen arep nguripke, nguripke opo / sopo.<br />- Yen arep mateni, mateni opo / sopo.<br />- Yen arep ngawali, ngawali opo.<br />- Yen arep ngakhiri, ngakhiri opo.<br />(Jika ingin menghidupkan, menghidupkan apa / siapa)<br />(Jika ingin mematikan, mematikan apa / siapa)<br />(Jika ingin mengawali, mengawali apa)<br />(Jika ingin mengakhiri, mengakhiri apa)<br />Daya Oumyang Majapahit adalah daya Surat Adz Dzaariyaat : Kuasa<br />Mukjizat.<br />Pengolahan Oumyang Majapahit untuk mendapatkan Enersi Yang Maha<br />Tinggi sehingga bisa melepaskan manusia dari lepetan-lepetan / dosa<br />dalam waktu singkat.<br />Pusaka Oumyang Majapahit mengolah Enersi Yang Maha Tinggi pada diri<br />manusia sehingga:<br />- Bisa mengetahui daya-daya yang akan turun dari langit.<br />- Mempunyai firasat yang tinggi.<br />- Manusia yang memegang pusaka tersebut dapat terkabul<br />permohonannya (Sak Penjaluke Ing Roso Katekan).<br /><br />Pusaka Oumyang Majapahit mengolah pada :<br />1. Mematikan nafsu darah (Wahyu Sastro Jendro Hayu Ningrat<br />Pangruwating Diyu).<br />Gunanya untuk mengangkat / melepaskan dosa-dosa kita / orang<br />lain akibat perbuatan hidupnya / dosanya sendiri.<br />Untuk memberikan terang kepada orang yang terkena elmu tidak<br />bisa dengan daya ini.<br />2. Mendayagunakan Atom dari Energi Yang Maha Gaib.<br />Dayanya mengangkat / melepaskan / memberikan terang kepada<br />kita/orang lain dari elmunya sendiri maupun diserang orang lain.<br />Bila sudah berhasil mendayagunakan Atom dari Energi Yang Maha<br />Gaib maka dapat disebut Marifat dari Marifatullah.<br /><br />Oumyang Majapahit mengolah seseorang untuk menjadi marifat,<br />mengolah cakra 13 dan orang diajak supaya bisa mencapai nol /<br />kosong baik itu materi, fisik maupun rohani lalu dilewatkan<br />Jembatan Shiraathal Mustaqiim.<br />Bila lulus diolah pusaka ini maka mengenai rezeki dan lainnya<br />akan bagaikan air mengalir di sungai Kautsar asal hidupnya<br />harus lurus bagaikan relnya Al Qur'an. Oumyang Majapahit adalah<br />kuasa ilmu-ilmu gaib, bisa mengudarakan pusaka-pusaka lain.<br /><br />Riwayat dari pusaka Oumyang Majapahit :<br /><br />Dibuat oleh seorang Empu yang mana setelah pusaka itu jadi, Empu<br />tersebut takut bilamana pusaka ini jatuh atau ketempatan pada orang<br />yang salah. Lalu oleh Empu tersebut pusaka ini dibuang ke laut dengan<br />harapan suatu saat akan ada orang yang benar-benar cocok dan sanggup<br />akan ketempatan pusaka ini.<br />Pada suatu ketika ada seseorang nelayan melihat seorang putri<br />berteriak minta tolong di laut, lantas oleh nelayan tersebut putri<br />itu ditolongnya. Namun begitu dipegang oleh nelayan, putri terbut<br />berubah menjadi sebuah keris.<br />Pusaka ini konon oleh Paku Buwono X dicari–cari dengan mengadakan<br />sayembara karena Beliau mengetahui mengenai kedahsyatan dan kehebatan<br />dari pusaka ini. Dalam sayembara itu dikatakan bahwa tidak hanya<br />pusaka tersebut yang akan dirawat oleh Beliau tetapi juga orang yang<br />menemukannya / menyimpannya akan diboyong ke keraton untuk dijadikan<br />abdi dalem keraton karena Beliau sendiri merasa tidak kuat untuk<br />ketempatan pusaka tersebut akibat gawatnya daya dari pusaka tersebut.<br />Tetapi nelayan yang mendapatkannya tidak datang bahkan dicari ke<br />desanya tidak ketemu, menghilang bersama pusaka tersebut.<br />Pusaka ini didapatkan oleh Bapak Parwoto ketika bersama-sama tentara<br />Indonesia di jaman Jepang memasuki kantor tentara Jepang yang sudah<br />ditinggalkan. Saat itu sebagaimana lazimnya masa peperangan semua<br />besi-besi yang ada dirampas oleh tentara pendudukan dan dikumpulkan<br />untuk keperluan perang dalam hal ini termasuk juga pusaka-pusaka. Di<br />dalam kantor tentara Jepang itu ada banyak pusaka hasil rampasan<br />tentara Jepang (salah satunya adalah Oumyang Majapahit) yang kemudian<br />dibagi-bagi di antara tentara Indonesia. Bapak Parwoto mendapatkan<br />pusaka Oumyang Majapahit tanpa mengetahui pusaka apa itu sebenarnya<br />(tidak memilih secara sengaja). Pusaka Oumyang Majapahit ini baru<br />dikenali ketika akan diberi warangka, dibawa ke toko pembuat warangka<br />dan dikenali oleh pemilik toko tersebut.<br /><br />Pusaka Sabdo Palon (SP).<br />Sabdo = Sabda, ucapan.<br />Palon = Panutaning Ngaurip = Tuntunan Hidup.<br />Sabdo Palon = Sabdo Panutaning Ngaurip.<br />Noyo = Wajah.<br />Genggong = Langgeng.<br />Noyo Genggong = Langgeng Sifate.<br />Sabdo Palon Noyo Genggong = Sabdo Panutaning Ngaurip Langgeng Sifate.<br />= Tuntunan Hidup Yang Bersifat Langgeng.<br />Yang dimaksud dengan Sabdo Palon Noyo Genggong adalah Ajaran-Ajaran<br />Yang Tersirat Dalam Kitab Suci (Al Qur'an, Al Kitab dll).<br />Dahulu Ajaran ini dikumpulkan berupa sebuah buku yang ditulis oleh<br />Beliau Wali X.Yang datang bersamaan dengan datangnya pusaka SP : Anak-<br />Anak Kecil Bersayap.<br />Menurut buku keris, pamor pusaka SP adalah Pamor Ikar yang dayanya :<br />1. Wong Siji Biso Katon Sepuluh (Orang 1 bisa terlihat ada 10).<br />2. Biso Neka-ake Angin Prahoro (Bisa mendatangkan angin prahara).<br />3. Biso Anjagani Negoro (Bisa menjaga negara).<br />4. Sosok Kendit Mimang : Wong Sing Nduwe Karep Olo Bakal Bingung<br />(Bagaikan Kendit Mimang / Akar Mimang) : Orang yang berniat jahat<br />akan bingung sendi-ri).<br />Pusaka SP mengolah pada Cahaya Cinta Kasih, syaratnya orang harus<br />mati nafsu da-gingnya (Kristus menebus dosa manusia dengan darahnya).<br />Lambang Isinya : Dia datang tanpa diduga, dia pergi tanpa diketahui<br />(Aku datang bagaikan pencuri dalam kelengahanmu).<br />Surat yang ditunjuk :<br />1. Surat Al Qiyamah (Kebangkitan). --> Alif.<br />2. Surat Al Furqan (Pembeda). --> Lam.<br />3. Surat Al Fajr (Terbit Fajar). --> Mim.<br />Menurut buku keris, bila SP dihunus : Bakal Nekano Angin Prohoro,<br />Wong-wong Sing Nang Duwur Sing Ora Bener Bakal Tibo (Akan<br />mendatangkan Angin Prahara (Adz Dzaariyaat), orang-orang yang di atas<br />(para pemimpin) yang tidak benar akan berjatuhan).<br />Daya pusaka ini :<br />1. Bisa memisahkan yang bathil dan yang benar.<br />2. Bisa melepaskan orang dan yang bersifat bathil dari kegelapan<br />supaya menda-pat terang.<br />3. Wus Biso Wulang Wuruk (Bisa mengajar / memberi keterangan<br />tentang hal-hal yang Wingit (tentang gaib)).<br />Pemegang pusaka SP mempunyai daya :<br />- Bagaikan Kendit Mimang (Akar Mimang) : Orang yang berniat jahat<br />akan bingung sendiri (terkena daya Surat Al Furqon).<br />Akar Mimang adalah akar yang melingkar-lingkar, bisa untuk<br />menangkal daya negatif.<br />- Daya Salib Penyembuhan (Karunia Rohul Kudus Kuasa Menyembuhkan).<br /><br />Pusaka ini mendatangkan cobaan dan ujian hidup yang berat (Aku akan<br />datang sebagai manusia. Jika Tuhan hidup mendekat kepada anda, maka<br />bukan kebahagiaan dan kemuliaan yang datang tetapi justru cobaan dan<br />ujian yang berat ).<br />Walaupun cobaan dan ujian dari pusaka SP berat tetapi pusaka ini<br />mendatangkan Keadilan dan untuk menyelesaikan suatu persoalan<br />(menggaris bawahi sampai disini saja).<br />Pusaka ini tidak mau diberi emas, cukup Kayu Tumongo / Timoho (Aku<br />tidak butuh emas, kalau sampai pusaka ini minta diberi selongsong<br />emas maka habislah orang-orang kaya yang mendapatkan kekayaannya<br />dengan tidak sah).<br />Kalau pusaka ini dipaksa masuk ke selongsong emas maka pusaka ini<br />akan keluar / naik dari warangkanya.<br />Umumnya Kayu Cendana, paling bagus di Kayu Gaharu tetapi berbahaya<br />untuk orang lain, cukup pegangan dan pendoknya saja, dayanya bagus.<br /><br />Riwayat dari pusaka Sabdo Palon :<br />Tahun 1960 ada orang tua datang ke Pak Atmo menitipkan pusaka ini<br />dengan pesan bahwa isi dari pusaka ini ada di Jakarta / di Pak<br />Parwoto (Isinya datang) dan orangnya akan datang mengambil, lalu<br />orang tua itu pergi, dicari tidak ketemu (seperti menghilang).<br />Pusaka ini mendatangkan cobaan dan ujian hidup yang berat.<br />Tahun1967 ada cobaan dipundutnya putri kesayangan Beliau.<br />Tahun 1968 ada cobaan berat harta benda.<br />Tahun 1969 pusaka diambil oleh Pak Parwoto (Wadahnya dijemput).<br />Yang datang bersamaan dengan datangnya pusaka SP : Anak-Anak Kecil<br />Bersayap.<br />Tahun 1970 pada Malam Natal turun Cahaya Allah yang gambarannya<br />berupa Bunda Maria dan Yesus.<br />Pengertiannya adalah Bunda Maria = Wadah Suci & Yesus = Roh Kudus =<br />Roh Suci, berarti yang diterima Pak Parwoto hakekatnya adalah :<br />Sucikan wadah (badan) karena Roh Kudus akan masuk (akan memakai<br />wadah), dengan kata lain akan diolah untuk menerima Karunia Roh Kudus.<br />Berarti harus memelihara badan supaya selalu dalam kondisi siap<br />dipakai Tuhan sebagai wadah dengan cara :<br />- Merendahkan hati.<br />- Memelihara diri dari nafsu darah.<br />Tahun 2000 pusaka ini dengan pusaka Oumyang Majapahit keduanya<br />bersatu aktif dalam kenegaraan (bergerak minta diudarakan).<br /><br />7.6 Perbedaan Antara Pusaka Oumyang Majapahit Dengan Pusaka Sabdo<br />Palon :<br /><br />Pusaka Oumyang Majapahit :<br />1. Pamornya :<br />Pamor Pakar (orang yang ahli).<br />Diistilahkan : Sepiro musuhe kekes kabeh (Sebanyak / Sesakti<br />apapun musuh-nya habis semua).<br />2. Isinya :<br />Wanita (wadah suci).<br />3. Lambang Isinya :<br />Semuanya ada disitu (Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala<br />kekuasaan dan kuasa atas segala kekayaan).<br />4. Surat yang ditunjuk :<br />1. Surat Adz Dzaariyaat (Angin yang mencerai-beraikan).<br />2. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka).<br />3. Surat An Fushshilat (Yang dijelaskan).<br />5. Ujiannya :<br />Membawakan sifat cinta kasih (sifat pemurah, pengasih dan<br />penyayang).<br />6. Pengaruhnya :<br />- Dilayani / diladeni orang-orang.<br />- Jika orang sedang bertapa didatangi pusaka ini maka dia harus<br />menghentikan tapanya (harus selesai).<br />7. Pengolahannya :<br />- Mengolah manusia untuk ditingkatkan spiritualnya tingkat demi<br />tingkat dilewatkan Jembatan Shiraathal Mustaqiim sampai Alam<br />Lahut untuk mendapatkan Enersi Yang Maha Tinggi (Atom Yang<br />Maha Gaib --> Aku), sehingga punya daya Ngudari Benang Ruwet<br />(menyelesaikan masalah).<br />- Juga mengolah manusia untuk dapat mempunyai daya Kun Fa<br />Yakuun.<br />8. Dayanya :<br />Pemegang pusaka ini mempunyai daya :<br />1. Tidak ada yang tersembunyi.<br />2. Kata dari sana diucapkan maka akan seperti sajadah<br />terbentang (diberi selubung yang hanya orang itu yang bisa<br />melepaskannya) jika orangnya sudah keterlaluan.<br />9. Jika dihunus :<br />1. Kudu Ono Gawe / Kudu Entuk Gawe (Harus ada yang dikerjakan).<br />2. Siapa yang berani menghunus pusaka ini maka harus berani<br />untuk diajak ma'rifatullah dengan ilmu-ilmu gaib.<br />10. Warangkanya :<br />Pusaka ini warangkanya harus diberi selongsong emas (lambang<br />kemuliaan).<br /><br />copy from DS by iwan_09<br /><br /></span> KerisKita kembali pada penghormatan leluhur dan elmu leluhur karenaleluhur kita itu toto, titi, gemi, nastiti, ati-ati.Kita harus menghormati leluhur walaupun berbeda agama dan tidak benarkalau leluhur kit… Read more » 01 Apr 2009